‘Adir’ dan Masa Depan Palestina

731
0
BERBAGI

Tanggal 21 Agustus 2016, pukul 22.00 – 00.00 waktu setempat. Jalur Gaza, Palestina dihujani lebih dari 60 roket oleh pesawat tempur milik Israel.

Alasan Penyerangan

Menurut situs berita Yahudi “0404” berbahasa Ibrani menyebutkan bahwa sebuah roket Palestina jatuh di pemukiman Sderot sebelah utara Gaza yang diklaim sebagai Distrik Selatan Israel.  Roket ini jatuh diantara dua rumah di pemukiman Yahudi, Namun tidak ada korban yang terkena serangan ini.

Juru bicara militer Israel Peter Lerner mengatakan pasukan Israel membalas dengan serangan roket dengan menargetkan gerakan Hamas, yang akan mengendalikan pengepungan kota Gaza.

“Dalam menanggapi serangan roket dari Jalur Gaza, IAF (Angkatan Udara Israel) dan tank menargetkan dua pos Hamas di Jalur Gaza utara,” kata Lerner dalam sebuah pernyataan, menurut kantor berita AFP.

Saksi mata di Gaza mengatakan bahwa roket Israel telah menghancurkan pusat latihan Brigade Izzuddin al-Qassam, Hamas di Bayt Lahiya Gaza Utara.

Tiga roket Israel meledak di sebuah pemukiman sipil di Bayt Hanun Gaza Utara. Asyraf al-Qudrah, juru bicara resmi kementrian kesehatan menyebutkan bahwa roket Israel telah memakan korban salah seorang pemuda Gaza mengalami luka berat.

Sampai berita ini diturunkan, tidak ada satupun dari pihak Gaza bertanggung jawab atas penyerangan ke wilayah Israel kemarin.

Mahkamah Internasional

Khalil al-Hayah
Anggota biro politik gerakan Hamas: Khalil al-Hayyah

Anggota biro politik gerakan Hamas Khalil al-Hayyah berkata: ”Tidak ada bahasa yang berlaku bagi Israel kecuali bahasa perang”.

”Kami menggunakan politik hanya demi mengekspos kejahatan dan politik Israel . Kita tidak bisa berharap mereka mau memberi kita tanah yang mereka ambil paksa, namun kita akan mengambilnya kembali dengan paksa”.

Kalimat ini disampaikan dalam pembukaaan kamp pengungsi yang didirikan oleh lembaga gerakan Hamas.

”Dalam rangka memperingati 47 tahun pembakaran al-Aqsa, kita harus mengerahkan seluruh kemampuan demi membebaskan Palestina. Tidak masuk akal jika kita saling berselisih demi tujuan yang sama yaitu membebaskan al-Aquds.

”Seseorang baru dikatakan pembela tanah air jika mereka tulus membebaskan Yerusalem dan masyarakat Palestina dari pendudukan Israel”, tambahnya.

Al-Hayyah menekan bahwa rakyat Palestina harus bersatu demi membebaskan al-Aquds serta membawa Israel ke Mahkamah Internasional.

Adir

Israel menjadi negara pertama untuk memilih F-35 melalui proses Penjualan Militer Luar Negeri pemerintah Amerika Serikat saat Surat Perjanjian ditandatangani pada bulan Oktober 2010.  F-35 merupakan generasi kelima pesawat tempur Israel.  Pada tanggal 22 Juni, 2016, Angkatan Udara Israel menerima F-35A pertama untuk Israel pada upacara di Fort Worth, Texas, pabrik F-35.  Program ini mempromosikan berbagi lebih dalam tentang teknologi dan pengetahuan antara negara-negara, serta peluang di bidang manufaktur untuk industri pertahanan canggih Israel.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman memandang kokpit pertama Adir, Angkatan Udara Israel (IAF)
Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman memandang kokpit pertama Adir, Angkatan Udara Israel (IAF)

Pesawat tempur itu dibaptis dan diberi julukan ‘Adir’, yang diambil dari bahasa Ibrani.  Adir mempunyai arti keangkeran, keren, atau juga perkasa. Terpilih dari 1700 saran nama dari industri pertahanan, yang mencermikan kapabilitas dari pesawat tersebut.  Angkatan Udara Israel berencana menonaktifkan F-15 dan F-16.

“Israel bangga menjadi negara pertama di kawasan ini untuk menerima dan mengoperasikannya,” kata Avigdor Lieberman, Menteri Israel Pertahanan. “F-35 adalah pesawat yang terbaik di dunia dan pilihan semua pimpinan militer kita pada tingkat tertinggi. Hal ini jelas dan nyata bagi kami dan untuk seluruh wilayah bahwa F-35 yang baru, Adir, akan membuat pencegahan nyata dan meningkatkan kemampuan kami untuk waktu yang lama.”

“Kami merasa terhormat untuk bermitra dengan Israel dan membantu memperkuat kemitraan yang mendalam dan abadi antara kedua negara kita,” kata Marillyn Hewson, Pimpinan Lockheed Martin, Presiden dan CEO pada upacara tersebut. “F-35 akan membantu Israel tetap menjadi pelita kekuatan dan stabilitas di kawasan dan mendukung tanah air yang aman dan teramankan untuk generasi mendatang.”

Israel telah setuju untuk membeli 33 Adir dari Lockheed Martin, dengan pilihan pembelian 17 jet dimasa depan.

Cukup jelas hubungan mesra antara Israel dan Amerika Serikat dalam hal pertahanan.  Apakah serangan yang terjadi hanyalah uji coba Adir terhadap Gaza? Jika memang bukan, maka masa depan Palestina yang akan datang akan terlihat semakin suram dengan kehadiran Adir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here