Beranda NATURE & DISASTER Pasca Erupsi, Masih Ada Potensi Bencana di Gamalama

Pasca Erupsi, Masih Ada Potensi Bencana di Gamalama

538
0
BERBAGI

Meski erupsi Gunung Api Gamalama  Maluku Utara sudah menurun dan, kondisi udara di Ternate mulai membaik, namun Potensi bencana diperkirakan masih terjadi dari dampak erupsi Gunung Gamalama.

Menurut Kepala Sub Direktorat Pembersihan Lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Johny Sumbung, potensi bencana lain bisa terjadi sewaktu-waktu yaitu banjir lahar dingin berisi marerial pasir dan batu yang bisa saja melanda jika hujan lebat, karena setelah erupsi abu vulkanis beberapa hari lalu, sisa material masih ada di puncak gunung.

“Potensi banjir lahar dingin masih terjadi jika curah hujan dengan intensitas kurang lebih selama tiga jam, karena berdasarkan data dari BMKG Babullah Ternate ke depan akan terjadi hujan dan diprediksi curah hujan selama tiga jam dapat menyebabkan bajir lahar dingin menyerang pemukiman warga,” jelas Jhony kepada wartawan di seperti deikutip okezone, Minggu (7/8/2016).

Johny mengaku, Sungai Tuguraga sangat rawan terjadi banjir lahar dingin. Pasalnya, erupsi abu vulkanis atau meterial lebih banyak ke wilayah atau jalur Kali Tugurara. Begitu juga sungai lainnya yang ada di pemukiman, karena jika terjadi banjir kemudian meluap maka sungai-sungai lain akan terjadi bajir lahar dingin.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Hasim Yusuf, mengatakan ada tiga titik rawan bencana banjir lahar dingin packaerupsi Gamalama, yakni Sungai Tugurara di Kelurahan Tubo, Sungai Baliyora terletak di Kelurahan Maliaro, serta sungai di Loto dan Togafo.

“Kelurahan di sekitar tiga sungai itu harus waspada saat hujan lebat, pasalnya potensi banjir lahar dingin pada saat musim hujan akan terjadi,” katanya.

Ia mengaku belum mengetahui berapa banyak material berada di puncak Gunung Gamalama atas erupsi abu vulkanis yang terjadi pada Rabu 3 Agustus 2016, karena proses pengukuran.

Material di puncak Gunung Gamalama pada erupsi beberapa tahun lalu diperkirakan masih tersisa 30 ribu meter kubik, jika ditambah erupsi dua kali pada 2015 dan 2016, maka material semakin banyak.

“Kita lihat saja setiap sungai, jika hujan satu jam saja, sungai sudah penuh material, untuk itu dengan kondisi potensi banjir lahar di beberapa titik ini bisa terjadi sewaktu-waktu jika hujan lebat selama tiga hari,” cetusnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here