Beranda FORGET & FORGOTTEN Kematian Dini Mengancam 69 Juta Anak pada 2030

Kematian Dini Mengancam 69 Juta Anak pada 2030

576
0
BERBAGI

Oleh: Amirul Hasan

Setiap hari, Birhanu Haftu (13 tahun) berjalan selama empat jam hanya untuk mengambil air di wilayah Tigray dari Ethiopia bagian utara. Kekeringan telah melanda desanya dalam satu tahun ini. Dampaknya, anak-anak sebaya Haftu tidak bisa bersekolah. Mereka harus membantu keluarganya yang miskin untuk mendapatkan air demi hidup.

“Kami mengambil air dengan gelas, dan mengupulkannya ke dalam jerigen,” kata Haftu. “Saya tidak belajar di malam hari karena terlalu lelah,” demikian penuturannya kepada Al Jazeera.

Haftu adalah 1 di antara 247 juta anak-anak di sub-Sahara Afrika yang menghadapi kemiskinan. Mereka terpaksa kehilangan kesempatan belajar dan kebutuhan lainnya hanya untuk bertahan hidup dari kemiskinan.

Dalam sebuah laporan yang dirilis pada hari Selasa (28/6/2016), Dana Darurat Anak PBB (UNICEF) mengatakan, sebanyak 69 juta anak terancam mati pada 2030, sebelum berusia lima tahun. Kondisi ini bisa terjadi jika para pemimpin dunia gagal mengatasi ketimpangan global.

Laporan – State of the World’s Children 2016– memaparkan, bagaimana kondisi anak-anak yang terdampak oleh konflik, kekerasan, keadaan darurat kemanusiaan, bencana alam, serta krisis kesehatan.

Angola adalah negara dengan jumlah kematian anak terbesar di dunia. Sebanyak 157 dari 1.000 anak di bawah lima tahun meninggal setiap tahun sebagai 2015. Hal ini diikuti oleh Chad di angka 139, dan Somalia dengan 137 kematian untuk setiap 1.000 anak.

Selain itu, 167 juta anak akan menghadapi kemiskinan akut jika tidak ada tindakan konkret dari dunia. “Mengabaikan ratusan juta anak untuk mendapat kesempatan yang adil dalam hidup sama saja mengancam masa depan mereka. Itu membahayakan masa depan masyarakat mereka,” ujar Anthony Lake, direktur eksekutif UNICEF.

Ia mendesak semua negara memiliki investasi yang besar untuk menjaga keberlangsungan generasi di masa mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here