Kudeta Militer Turki Gagal: Rakyat Mencintai Erdogan

951
0
BERBAGI

Berbagai upaya penyerangan dilakukan oleh sebagian kelompok militer terhadap kekuasaan pemerintah Turki.  Begitu banyak argumentasi di media-media internasional yang cenderung menyudutkan Presiden untuk membentuk opini publik.  Salah satu alasan yang digunakan adalah ‘demokrasi’.  Seperti yang dilansir oleh media Dogan News, mereka ingin: ‘menata ulang tatanan konstitusional, HAM, demokrasi, serta kebebasan, dan untuk memastikan bahwa aturan hukum sekali lagi memerintah di negeri ini, hukum dan ketertiban harus dipulihkan.’.

Jumat (15/07) malam waktu setempat. Socmed telah diblokir oleh pihak militer.  Tentara ditempatkan di tempat-tempat strategis di Istanbul sementara jet-jet tempur terbang rendah di ibu kota Ankara.  Pernyataan yang dibacakan di televisi menyebutkan ‘dewan perdamaian’ saat ini menjalankan negara dan sudah diterapkan jam malam dan keadaan darurat.

Pernyataan yang disiarkan stasiun televisi NTV mengatakan, “Kekuasaan negara sudah diambil alih sepenuhnya.”  Disebutkan bahwa pernyataan ini berasal dari militer.  Pernyataan oleh ‘kelompok militer’ yang disiarkan televisi TRT mengatakan bahwa ‘tatanan hukum dan nilai-nilai sekuler dan demokratis telah dirusak oleh pemerintah yang berkuasa saat ini’.  “Akan ada konstitusi baru,” demikian pernyataan dari ‘kelompok militer’.

CNN Turki memberitakan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan ‘selamat’.
Kepada media ini Erdogan mengatakan bahwa aksi ini dilakukan oleh ‘struktur paralel’ dan ia akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasinya.
Di masa lalu, istilah ‘struktur paralel’ ia gunakan untuk mengacu kepada Fethullah Gullen, ulama Turki yang bermukim di Amerika Serikat, yang ia katakan ‘mendorong kerusuhan’ di Turki.

Kronologi:

01.37:
Angkatan Laut Turki TIDAK MENDUKUNG KUDETA.

01.35:
Di masjid-masjid dikumandangkan TAKBIR.

01.34:
Kudeta ini dilakukan oleh KELOMPOK KECIL MILITER. Militer Turki secara umum tidak melakukan kudeta dan TIDAK MENDUKUNG KUDETA.

01.31:
Pimpinan Tertinggi Militer Umit Dundar menyatakan Militer tidak mendukung kudeta.

01.29:
1) Kudeta ini dilakukan kelompok kecil militer.
2) Tidak semua Angkatan ikut serta, bahkan menolak.
3) Masyarakat Turki mayoritas menolak.
4) Para pimpinan politik, sekalipun oposisi ikut menolak kudeta.
5) Dicurigai dilakukan oleh pendukung “paralel yapı”.
6) Jembatan Bosphorous sudah dibuka kembali.
7) Ada tembakan dan ledakan.
8) Posisi krusial di Istanbul dan Ankara.

Erdogan mendesak rakyat untuk turun ke jalan-jalan guna menentang ‘pemberontakan tersebut’.
Saya minta rakyat berkumpul di berbagai lapangan dan bandar udara. Tak ada yang lebih tinggi dari kekuasaan rakyat,” kata Erdogan.
Perdana Menteri Binali Yildirim menyebut tindakan ini oleh kelompok militer ini ‘aksi ilegal’ dan menekankan bahwa ini ‘bukan kudeta’.
Ia menegaskan bahwa pemerintah masih ada dan bertanggung jawab menjalankan negara.
“Siapa saja yang ada di kelompok ini, yang melakukan tindakan ilegal, akan membayar dengan harga yang sangat mahal,” kata PM Yildirim.
Sumber di istana presiden kepada kantor berita Reuters mengatakan bahwa pernyataan tersebut tidak mendapat pengesahan dari komando militer Turki.
Ada laporan jenderal paling senior di jajaran militer Turki, Jenderal Hulusi Akar, termasuk di antara perwira tinggi yang disandera di markas besar militer.
Tembakan dilaporkan terdengar di markas besar kepolisian di Istanbul dan tank-tank ‘berada di luar’ bandar udara di kota ini.
Semua penerbangan ‘telah dibatalkan’.

Sekitar 78 juta warga Turki juga turun ke jalan untuk mengecam aksi kudeta.

Keinginan rakyat adalah simbol dari tegaknya sebuah demokrasi.  Media barat tidaklah berhak membuat opini publik yang tidak sesuai dengan kondisi Turki atau keinginan rakyat Turki pada saat ini dengan mengatasnamakan HAM dan demokrasi, apalagi mengaitkan dengan kepemimpinan Islam yang dianggap radikal selama ini, tidak demokratis dan sesuai dengan HAM.

Berikut adalah situasi tentara pro kudeta yang menduduki salah satu kantor berita.  Dihakimi masa, polisi pro Erdogan melerai.

Berikut adalah salah satu situasi Rakyat Turki untuk mengendalikan kudeta militer.

Bahkan Rakyat Turki rela mengorbankan nyawanya untuk Presiden Recep Tayyip Erdogan.  Pria, wanita; menghadang militer dengan hanya berbekal tangan kosong maupun kayu.  Inilah bukti tegaknya demokrasi Turki.  Rakyat yang mencintai presidennya.

Saat ini kemenangan berada dipihak rakyat.  Situasi telah dikendalikan oleh rakyat dan pemerintah.  Kegagalan militer dalam mengkudeta Turki.  Pihak yang mengkudeta telah ditangkap.  Senjata-senjata untuk mengkudeta telah diamankan pihak berwenang.

Perdana Menteri Turki, Binali Yildrim, secara resmi mengumumkan bahwa upaya kudeta sekelompok militer di Turki gagal. Situasi keamanan di Turki sudah kembali berada dalam kendali pemerintah.

Perdana Menteri Turki, Binali Yildrim
Perdana Menteri Turki, Binali Yildrim. (Yahoo/AFP Photo/Adem Altan)

Hari ini, Yildrim berterima kasih kepada seluruh rakyat Turki dan partai-partai politik yang telah turun jalan untuk menolak dan menggagalkan upaya kudeta. “Seluruh rakyat bersatu memelihara demokrasi, persatuan, dan keutuhan tanah air,” ujarnya.

Rakyat Turki bersyukur dengan kemenangan ini dengan melakukan sujud syukur serta mengumandangkan takbir, tahmid, kalimat tauhid kepada Allah (SWT) sebagai bentuk syukur mereka.

Tidak hanya atas nama tragedi kemanusiaan yang selalu terjadi di negeri Muslim lainnya.  Bahwa sekali lagi sejarah telah mencatat.  Muslim, bersama dengan negerinya.  Rakyat, bersama dengan pemimpinnya yang adil.  Selalu tetap bersama hati rakyatnya.  Sehingga mereka rela berkorban untuk pemimpin yang mereka cintai.  Serta perdamaian selalu ada mengiringi negerinya walau banyak pihak iri terhadapnya.  Bukankah mereka selalu mengatasnamakan HAM serta Demokrasi untuk menghancurkan negeri-negeri Islam?

Rakyat Palestina - Semua Cinta Erdogan
Rakyat Palestina – Semua Cinta Erdogan

Setelah usaha kudeta militer gagal, rakyat berkumpul di bandara internasional Atatürk – Istanbul.  Ketahuilah, bahwa kebaikan selalu dicintai.  Tidak hanya Rakyat Turki, namun kita semua mencintai pemimpin yang baik (Erdogan) dan Islam adalah agama yang penuh dengan cinta dan kedamaian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here