Beranda NATURE & DISASTER Longsor di Sangihe Hancurkan Ratusan Rumah

Longsor di Sangihe Hancurkan Ratusan Rumah

528
0
BERBAGI

Bencana longsor yang melanda Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, menyebabkan ratusan rumah tertimbun material longsor. Menurut Wakil Bupati Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME di Kolongan Beha Tahuna Barat, Saat ini ratusan rumah di Kecamatan Tahuna Barat rusak tertimbun longsor.

Selain akibat longsor, puluhan rumah juga di Kelurahan Kolongan Beha juga hilang tersapu banjir bandang.

Akibatnya, ratusan penduduk diungsikan, “Ratusan penduduk saat ini di diungsikan di rumah ibadah kolongan Beha,” kata dia, dikutip dari Antara.

Sementara menurutnya Pemerintah daerah sudah membuat dapur umum untuk kebutuhan para pengungsi.

Akibat bencana ini, belum dapat diketahui telah memakan korban jiwa atau belum. “Sampai saat belum diketahui apa ada korban jiwa atau tidak karena lokasi bencana masih terisolir,” kata Gaghana.

Sedangkan menurut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD), Noldy Liow,  bantuan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Tahuna, Kepulauan Sangihe tiba di Pelabuhan Sangihe, Sulawesi Utara, telah disalurkan.

Bantuan yang diberikan sesuai dengan permintaan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud. Diantaranya adalah berupa matras, tenda, tikar dan sejumlah barang lainnya ini diangkut dengan KM Metro Teratai.

“Yang sangat mereka butuhkan sekarang yakni tempat tidur berupa kasur, tikar, selimut serta makanan berupa lauk pauk, gizi tambahan, pakaianan anak-anak dan orang dewasa, serta obat-obatan,” ujarnya, seperti dikutip dari Tribunnews.

Meski sempat terhalang cuaca buruk, bantuan ini merupakan tahap pertama dan akan berlanjut hingga nanti. Tim yang mengantar bantuan ini yakni perwakilan BNPB, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, serta BPDD Sulut, Dinsos dan Dinkes.

“Untuk pertama kami akan lakukan pertemuan dengan stakeholder, lalu serahkan bantuan,” tuturnya.

Sementara itu diungkapkan Noldy hingga kini ratusan jiwa masih mengungsi, “Melihat kondisi di lapangan, kurang lebih ada 700 warga yang masih mengungsi. Masih ada juga yang belum ditemukan. Masih juga dilakukan pengkajian berapa kerusakan yang dialami,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here